Deru Mesin Kanan dan Misi Sosial di Tanah Amungsa: Catatan Touring NSP ke-9
- Nov 02, 2025
- Irman Royandi
- TOURING
Suara khas mesin dua tak memecah keheningan di pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, akhir pekan ini. Bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, ratusan pengendara Vespa dari berbagai penjuru Tanah Papua tumpah ruah dalam gelaran tahunan Noken Scooterist Papua (NSP) ke-9.
Tahun 2025 menjadi momen spesial bagi Mimika. Untuk kedua kalinya, Bumi Amungsa dipercaya menjadi tuan rumah bagi persaudaraan "mesin kanan". Tercatat, ada 15 klub papan atas yang hadir, mulai dari ujung barat di Sorong hingga pegunungan tengah di Wamena. Nama-nama seperti NSC Nabire, Karaka Scooter Bintuni, hingga Kaka Yang Stel Wamena membuktikan bahwa jarak ribuan kilometer bukanlah sekat bagi para pecinta skuter ikonik ini.
Lebih dari Sekadar Aspal dan Karat
Bagi para pencinta Vespa, mengendarai motor tua ini adalah soal seni dan ketekunan. Namun, dalam gelaran NSP ke-9, ada nilai yang lebih dalam dari sekadar memacu kendaraan.

“Tahun ini kami ingin menunjukkan bahwa komunitas skuter bisa lebih solid dan yang terpenting, lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Tri Santoso, Ketua Koteka Vespa Club (Kovac) Timika.
Pernyataan Tri bukan sekadar pemanis kata. Pada Minggu pagi (2/11/2025), barisan Vespa berbagai warna dan tahun rakitan mulai bergerak dari Jalan Budi Utomo. Rutenya cukup menantang, menyisir nadi transportasi Mimika mulai dari Mapuru Jaya, Logpon, hingga kawasan pemukiman transmigrasi di SP 2 dan SP 3.
Jejak Kebaikan di Kampung Pigapu
Titik emosional dari touring kali ini berada di Kampung Pigapu. Di tengah deru mesin yang khas, para anggota komunitas menyempatkan diri berhenti untuk berbagi. Paket sembako yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng diserahkan langsung kepada warga setempat.

Aksi sosial ini menjadi bukti nyata bahwa di balik jaket denim dan aroma oli samping, tersimpan kepedulian yang besar terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, NSP ingin menghapus stigma negatif tentang klub motor dan menggantinya dengan citra komunitas yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.
Harmoni Musik dan Persaudaraan

Kemeriahan tak hanya terjadi di jalanan. Di pusat kegiatan, panggung hiburan yang diisi oleh penyanyi dan band lokal Mimika turut membakar semangat para peserta. Ketua Panitia, Taufik Hidayat, mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme yang luar biasa dari seluruh perwakilan se-Tanah Papua.
NSP ke-9 bukan sekadar ajang pamer tunggangan, melainkan sebuah simfoni persaudaraan. Saat rombongan kembali dan berkumpul di Gedung Eme Neme Yauware setelah menempuh rute panjang hingga area bandara, satu hal yang pasti: ikatan antara para scooterist ini semakin kuat seiring bertambahnya jarak yang mereka tempuh bersama.

Di bawah langit Papua Tengah, Noken Scooterist Papua kembali membuktikan bahwa Vespa bukan sekadar kendaraan, melainkan pemersatu yang melintasi batas wilayah dan suku di tanah emas ini.